Selasa, Oktober 21, 2008

CARA MEMBUAT PACENOTE

Saya mencoba mengumpulkan informasi tentang pacenote baik dari internet, email maupun hasil diskusi dengan para navigator lainnya. Beberapa saya dapatkan info dari detik.com, webnya Nicky Grist dan lain-lainnya. Semoga bermanfaat…..

Dalam dunia reli, pacenote merupakan metode yang umum digunakan untuk mendeskripsikan rute yang dijalani secara lengkap, termasuk rute mana yang harus dipilih, ke arah mana harus membelok dan lainnya.

Pacenote juga bisa menentukan bagaimana mobil harus dikemudikan lewat catatan-catatan detail, antara lain seperti jarak, tingkat dan tajamnya belokan, tingkat kesulitan tikungan, tanjakan dan lompatan bukit, kondisi dan tipe permukaan lintasan, lubang di lintasan ataupun instruksi khusus lainnya.

Jenis Pacenote
Pacenote biasanya terdiri dari tiga jenis dasar catatan yang digunakan. Ada yang Deskriptif, Sudut, dan Bilangan. Setiap jenis ini dipilih oleh para pereli untuk memberikan pandangan keadaan jalan yang akan dilaluinya. Intinya Pacenote adalah petunjuk singkat yang disepakati dan dimengerti oleh Driver dan Navigator untuk memberikan arah dan keadaan jalan yang akan dilaluinya di setiap SS.
Berikut jenis-jenis pacenote yang digunakan :

A. Sistem Deskriptif
Seperti namanya, jenis ini menggunakan pembukuan irama kata (deskriptif) untuk menjelaskan keadaan tikungan dan keadaan SS. Misalnya, keadaan tikungan dapat dijelaskan sebagai Flat (tikungan yang mempunyai sudut > 120 derajat), Fast (tikungan yang dapat dilalui dengan cepat), Medium (tikungan yang mempunyai sudut mendekati 90 derajat), Square/90 derajat (tikungan yang membentuk sudut 90 derajat) dan Hairpin (tikungan yang berbentuk tusuk konde atau balik arah).
Jadi pacenote anda menjadi : Flat kiri atau kanan Medium atau dapat ditambahkan perkiraan jarak seperti 200 Medium kanan yang berarti bahwa di sekitar 200 meter; jalan berbelok ke kanan, dan dan mempunyai sudut tikungan mendekati 90 derajat.

B. Sistem Sudut
Sesuai dengan namanya jenis pacenote ini menggunakan sudut untuk menjelaskan keadaan special stage (SS). Misalnya tikungan-tikungan dapat diberikan angka sudut seperti 160 (Flat), 130 (Fast), 100 (Medium), 90, dan 45 (Hairpin). Hal ini dapat dianggap lebih baik daripada metode deskriptif, karena memberikan gambaran untuk driver yang lebih baik tentang bagaimana keadaan tikungan didepan.
Jadi pacenote anda menjadi : kiri/kanan 45 atau 100.
Dapat juga diberikan jarak didepannya seperti 200 kanan 100, yang berarti bahwa di sekitar 200 meter jalan belok ke kanan, dengan sudut sekitar 100 derajat. Hati-hati karena terlalu banyak angka jarak dengan sudut yang hampir sama besarannya sehingga dikhawatirkan akan tertukar antara besaran jarak dengan besaran sudut tikungan didalam pikiran sang Driver nanti.

C. Sistem Bilangan
Saat ini jenis ini banyak disukai oleh para pereli baik dalam maupun luar negeri dikarenakan sangat detail dan mudah untuk diucapkan maupun dicerna oleh driver dan navigator.
Biasanya para pereli memberikan angka 1 sampai dengan 8 atau ada juga yang hanya menggunakan angka 1 sampai 6 dan tergantung dari kesepakatan masing-masing pereli angka berapa yang menggambarkan sudut tikungan yang berbahaya atau sempit. Ada beberapa variasi dalam menggunakan sistem penomoran ini :

C.1. Mengikuti dari besaran angka
Sistem ini dipilih dengan menyatakan nilai 1 adalah angka yang paling rendah untuk menggambarkan keadaan tikungan (Fast) sampai dipilih angka yang terbesar misalnya angka 6 yang menggambarkan sudut tikungan yang sempit (Hairpin) atau dapat dikatakan juga besaran nilai tikungan ditentukan dengan mengikuti arah tulip. (bundaran dibawah adalah asal kita dan tanda panah merupakan arah/belokan yang dituju).
Perpaduan tersebut dinamakan “Irlandia Pacenote” dan banyak digunakan oleh pereli Inggris. Adapun untuk angka yang digunakan dapat dilihat pada contoh gambar dikiri anda. (untuk arah kekiri kebalikan dari gambar tersebut)


C.2. Mengikuti sudut jarum jam
Kebalikan dari sistem besaran angka, Beberapa pereli dunia memilih untuk menggunakan nomor 1-6 seperti angka pada jam (seperti sudut yang dihasilkan oleh kedua jarum jam). Misalnya 200 R (Kanan) 2 yang berarti bahwa di sekitar 200 meter jalan belok ke kanan dengan sudut setara dengan kurang dari 90 derajat. Disenanginya sistem ini dikarenakan juga dapat dikombinasikan dengan penggunaan persneling (gigi) sesuai dengan angka, misalnya penomoran 1 (Hairpin), mengingatkan driver bahwa tikungan tersebut memerlukan penggunaan 1st gear, sementara dengan penomoran 3 mungkin diambil rata di persneling tiga. Misalnya 200 R (Kanan) 3 tightens, ini menggambarkan sekitar 200 meter jalan belok ke kanan, dan tikungan ini cukup tajam atau tightens sehingga digunakan posisi 3rd gear.

Sejalan dengan sistem-sistem tersebut di atas, ada singkatan lain yang akan dikombinasikan kedalam sistem yang dipilih, Berikut ini adalah singkatan tersebut :
1. Immd = Immediate (jarak antara petunjuk kurang dari 30 meter)
2. . (titik) = contoh : 5R.2L artinya Kanan 5 diikuti dengan Kiri 2
3. = into (jarak antara tikungan ke tikungan selanjutnya sekitar 10m - 20m)
4. + = and (jarak antara tikungan ke tikungan selanjutnya sekitar 20m - 30m apart)
5. panah atas = uphill
6. panah bawah = downhill
7. < = opens (terbuka)
8. > = tightens (sempit)
9. C = Crest
10. Jmp = Jump
11. / = over or through (lebih dari atau melalui)
12. Turn = used at road juntions.
13. late = apex of corner is late (sudut puncak sebuah tikungan berada di akhir tikungannya)
14. Care = a little careful (sedikit hati-hati)
15. ! = Caution (Berbahaya)
16. !! = Danger (sangat berbahaya)
17. Lg = Long (tikungannya agak memanjang)
18. vLg = Very Long
19. Immd = Immediate (distance between instructions is less than 30 metres)
20. k.l = Keep Left
21. k.r = Keep Right
22. in = take tight line
23. = Flat

Semua sistem diatas dapat anda pilih tergantung pada kebiasaan driver agar merasa nyaman dan dapat berkomunikasi dengan navigatornya yang menggunakan “bahasa” yang singkat, informative dan mudah.

Ada petunjuk lain yang dapat ditambahkan ke dalam jenis catatan di atas untuk membuat mereka lebih deskriptif, seperti apakah jalannya sempit atau open (terbuka), apakah ada lubang di jalan yang harus dihindari karena dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan, atau dapatkah tikungan tersebut dipotong (cut) sehingga kecepatan kendaraan dapat lebih cepat masuk tikungannya.

Disinilah tugas navigator untuk memberikan petunjuk gambaran kepada driver dengan mudah, dan dapat dimengerti dengan cepat. Saya menganjurkan untuk tim baru untuk memulai dengan catatan sederhana dan kemudian mengembangkan tingkat selanjutnya tentang keterangan apa yang akan digunakan sehingga menjadi lebih nyaman agar dapat mengendarai kendaraan relinya dengan cepat dan aman.

8 komentar:

BRAVO mengatakan...

wow good articel, tx

aksen clothing mengatakan...

oh gt ya, makasih pencerahannya

aksen clothing mengatakan...

oh gt ya, makasih pencerahannya

riky virdiana mengatakan...

nice info Om :)

Donny Hendrianto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Donny Hendrianto mengatakan...

Short course

Anonim mengatakan...

nice info bro

binsarph mengatakan...

Sangat bermanfaat